4 Jenis Pupuk yang Sering Digunakan Petani Cabai

Saat anda Belajar Bertani cabai anda tidak hanya melindungi tanaman cabai dari OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) tetapi juga menjaga nutrisi tanaman terpenuhi. Caranya yaitu dengan pemupukan. Pupuk apa saja yang dapat digunakan pemupukan tanaman cabai?

  1. Pupuk TSP

Pupuk TSP (Triple Super Phosphate) merupakan nutrisi anorganik yang digunakan petani untuk memperbaiki unsur hara tanah untuk pertanian. Tanaman paling tidak membutuhkan 16 jenis unsur hara untuk hidupnya. Fosfor sangat berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai. Kandungan unsur fosfor pada tanaman 0,01% – 0,4%.

Keberadaan unsur fosfor ini ada di seluruh sel tanaman, bahkan di seluruh jaringannya seperti asam nukleat, fitin, dan fosfolipida. Dalam pupuk TSP terdapat kandungan fosfor 46%. Fungsi unsur hara fosfor ini sangat banyak.

Beberapa fungsinya seperti mengangkut energi hasil metabolisme dalam tanaman, merangsang pembuahan dan bunga, membantu pembentukan biji, memperbesar jaringan sel, memperkuat batang, dan mempercepat pematangan buah.

Selain itu, fosfor ini dapat memperbaiki kualitas tanaman sehingga panen lebih cepat dari biasanya. Buah yang dihasilkan juga bagus. Hal ini yang sangat diinginkan para petani cabai agar cabai cepat dipasarkan.

  1. Pupuk Nitrogen

Nitrogen menjadi unsur hara utama dalam tanah yang perannya merangsang pertumbuhan dan memberi warna hijau pada daun. Kurangnya nitrogen dalam tanah dapat membuat pertumbuhan dan perkembangan tanaman terganggu serta hasil tanaman menurun sebab klorofil (zat hijau daun) terganggu.

Pupuk ini mengandung unsur hara tanaman N (nitrogen). Bentuk unsurnya yaitu nitrat, amin, amonium, dan sianida. Penyimpanan pupuk ini yaitu dalam bentuk cair. Nitrogen bagian dari protein, bagian yang sangat penting konstituen dari protoplasma, enzim, katalis biologis yang dapat mempercepat kehidupan.

Namun untuk penggunaan pupuk ini harus pas karena kalau kurang maupun berlebihan akan ada efek samping pada tanaman, misal kerdil, warna daun kuning, rasa pahit, atau kualitas buah menurun.

  1. Pupuk Cantik (Pupuk Kalsium Ammonium Nitrat)

Pupuk Cantik yaitu pupuk kalsium bermutu tinggi. Kandungan di dalamnya yaitu unsur nitrogen dan calsium. Pupuk ini sudah digunakan oleh masyarakat dunia sejak 1913. Suplai pupuk ini di Indonesia adalah PT BASF.

Produsen yang menaungi pupuk ini yaitu Eurochem Antrwerpen NV, Belgia. Kandungan dalam pupuk cantik ini cukup lengkap yaitu nitrogen 27%, yang terdiri dari 13,5% nitrogen bentuk nitrat (NO3-) yang mudah larut dan diserap oleh tanaman cabai.

Selain itu, juga terdapat ammonium (NH4+) 13,5% yang aktivitas prosesnya lebih panjang, sehingga tidak khawatir hilang pada proses pencucian atau penguapan. Pupuk Cantik dapat digunakan untuk semua jenis tanaman, termasuk tanaman cabai.

Pupuk ini berbentuk butiran berwarna putih susu yang bersifat higroskopis, mudah larut dalam air dan meresap dalam tanah. Sebenarnya pupuk ini merupakan gabungan dari 80% ammonium dan 20% kalsium karbonat.

Dengan adanya pupuk cantik, petani cabai sudah tidak direpotkan lagi saat proses pemupukan karena aplikasinya akan memperoleh dua unsur hara sekaligus. Nitrogen berperan sebagai pembantu fotosintesis, membangun klorofil sehingga pengolahan makanan tanaman maksimal.

Sedangkan unsur kalsium menutrisi agar pembentukan formasi dan regenerasi sel tanaman berjalan dengan baik. Selain itu, pupuk cantik ini ternyata dapat mencegah jamur patogen, mencegah pecah buah dan serangan berbagai penyakit

  1. Pupuk ZA

Pupuk ZA adalah pupuk anorganik yang kandungan di dalamnya meliputi nitrogen dan belerang/sulfur. Kegunaan pupuk ini yaitu untuk menambah unsur hara tanaman. Kandungan belerang dalam pupuk ini mencapai 24% dan nitrogen 21% dalam bentuk amonium.

Sebagian besar petani menggunakan pupuk ini hanya sebagai sumber tambahan unsur hara belerang pada tanah yang kurang kandungan belerang. Manfaat pupuk ini yaitu memperbaiki kualitas tanaman, menjadikan tanaman lebih sehat dan lebih tahan dari gangguan lingkungan.

Keberhasilan petani cabai dilihat dari proses tanam dan pemupukan yang tepat. Pilih pupuk yang sesuai dengan keadaan lingkungan tempat Anda menanam cabai. Agar kualitas yang didapat memuaskan kami sarankan juga agar anda untuk Belajar Bertani Organik agar cabai yang anda hasilkan memiliki nilai jual yang lebih.

News Reporter